PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN KADAR GARAM MENGGUNAKAN METODE PEMBALURAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK TELUR ASIN
DOI:
https://doi.org/10.65884/rea8cr47Keywords:
variasi penambahan garam, telur asin, garam kasar, abu gosok, organoleptikAbstract
Telur merupakan produk unggas dengan nilai gizi tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh manusia. Namun telur mudah mengalami kerusakan. Untuk mengatasi kerusakan perlu dilakukan pengawetan. Salah satu cara pengasinan yaitu dengan metode pembaluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan variasi penambahan kadar garam menggunakan metode pembaluran terhadap telur asin, serta mengevaluasi tingkat kesukaan dari produk akhir. Penelitian ini dilakukan dengan memodifikasi resep telur asin dengan menambahkan konsentrasi kadar garam sebanyak 100%. Karakteristik telur asin akan diuji menggunakan uji organoleptik dengan mengevaluasi warna, aroma, tekstur dan rasa konsumen terhadap telur asin. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan uji mann-whitney melalui SPSS dan melibatkan 30 responden tidak ahli. Dari hasil penelitian, dapat disimpulakn bahwa (1). Pembuatan telur asin dengan metode pembaluran dan variasi kadar garam tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan telur asin kadar garam normal, (2). Terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kesukaan telur asin kadar garam normal dan telur asin variasi kadar garam pada aspek warna dan rasa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rachma Nur Devianti, Aqilah Azimah Furqon, Effendi Effendi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
